Untuk kamu yang bekerja di bidang IT atau belajar IT, pastinya sudah sering mendengar kata “hyperconverged”. Namun, untuk kamu yang masih awam dibidang IT, mungkin masih belum mengenalnya. Untuk kamu yang masih bingung dengan hyperconverged, ini penjelasan singkatnya.

Hyperconverged (sering disingkat sebagai HC), seperti dilansir dari situs ITWorld, merupakan suatu IT framework yang menggabungkan storage, computing, dan networking ke dalam suatu sistem dengan tujuan untuk mengurangi kompleksitas data center dan meningkatkan scalability. HC menjadi tren yang cukup banyak digunakan di dunia IT, semata karena kemudahan dan efektivitas yang ditawarkannya.

HC sebetulnya merupakan pengembangan dari converged infrastructure yang sebelumnya banyak digunakan masyarakat. Dalam sistem HC, semua pemakaian resource akan diatur dalam satu software. Nantinya, layanan HC ini akan mengintegrasikan server storagenetwork, dan solusi vistualisasi pre-installed dalam sebuah perangkat siap pakai, yang proses implementasinya hanya dalam hitungan menit saja.

Lantas apa yang menjadi keuntungan dari sistem HC ini dan mengapa orang lebih banyak memilihnya? Sebenarnya sederhana saja, mengingat HC fungsinya adalah menyatukan (secara sederhana), sistem ini pun menjanjikan kemudahan dan fleksibilitas jika dibanding sistem lain yang selama ini digunakan. Storage, server, dan juga networking yang terintegrasi membuat pengguna bisa memanage semua perangkat yang terhubung dalam sistem HC dalam satu perangkat.

Tentu, jika dilihat dari sisi manajemen, sistem HC ini lebih menguntungkan dan juga ekonomis. Sebab perusahaan bisa menekan biaya yang dikeluarkan untuk membeli hardware dan mengalokasikan budget yang lebih sedikit pada sistem HC. Tidak hanya itu, pengeluaran dana untuk penggunaan listrik data center dan alokasi penggunaan ruangan data center, pengurangan tenaga IT, dan penggunaan license software seperti backup dan perangkat disaster recovery, bisa dikurangi.

Sejauh ini, masih menurut ITWorld, peneliti menemukan bahwa beban pekerjaan yang paling umum ditemukan dari sistem HC adalah database (seperti Oracle atau SQL Server) sebesar 50%, file dan print service (40%), collaboration seperti Exchange atau SharePoint (38%), virtual desktop (34%); paket software commercial seperti SAP, Oracle (33%). Analytic (25%); dan Aplikasi web server seperti LAMP dll (17%). Tentu, semua ini kembali lagi pada kebutuhan perusahaan apakah ingin menggunakan fitur database, collaboration, virtual desktop, atau aplikasi web server.

Gimana menurutmu? Menguntungkan tidak untuk menggunakan sistem HC? Coba share pendapatmu di bawah ini, yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *