Selain kemampuan akademis, memiliki soft skill yang baik juga sangat penting untuk mendukung karir Anda. Inilah alasannya perusahan melakukan soft skill assessment pada saat proses rekrutmen dan juga pada karyawan yang sudah bekerja secara berkala. Ada banyak tipe soft skill yang akan dinilai, salah satunya adalah communicating skill.

Namun, bagaimana jika hasil asesmen untuk communicating skill Anda ternyata kurang memuaskan? Bisakah melakukan sesuatu untuk meningkatkan skill tersebut?

Tenang saja, Anda bisa melakukannya. Berikut ini adalah beberapa caranya yang dirangkum dari situs garfinkleexecutivecoaching.com dan enterpreneur.com:

  • Pelajari nonverbal communication

Selain bicara secara verbal, Anda harus memahami nonverbal communication. Perhatikan dan pelajari respon dari audience atau pendengar Anda melalui tingkah laku mereka. Dari sini Anda bisa mengetahui apakah merea tertarik atau tidak dengan pembicaraan Anda.

  • Sederhanakan bahasa

Banyak orang merasa pintar ketika menggunakan bahasa-bahasa khusus yang hanya dipahami oleh ahlinya. Namun tahukah Anda, orang yang pandai berkomunikasi justru harus bisa menyederhanakan bahasanya agar lebih mudah untuk dipahami?

  • Ajak audience berpartisipasi

Saat berbicara, pasti Anda memiliki audience atau pendengar. Jangan lupa untuk mengajak mereka berpartisipasi dalam pembicaraan Anda. Misalnya dengan sesekali mengajukan pertanyaan dan sebagainya.

  • Bicara dengan nyaman

Bagaimana orang yang mendengarkan Anda bicara bisa merasa nyaman jika Anda sendiri saja tidak merasakannya? Anda harus merasa nyaman dengan diri Anda sendiri terlebih dahulu barulah orang lain akan ikut merasakannya.

  • Pahami topik

Ketika Anda menjelaskan sesuatu yang tidak Anda pahami, dijamin hasilnya tidak akan maksimal. Pelajari baik-baik topik yang akan Anda bicarakan dan pastikan untuk memahaminya.

  • Eye contact

Meskipun ada banyak pendengar, lakukan eye contact pada saat Anda berbicara. Tidak perlu hanya fokus pada satu pendengar saja. Anda bisa melakukannya dengan menatap pendengar Anda secara keseluruhan. Tanpa adanya eye contact, pendengar Anda juga pasti merasa tidak dihargai dan pembicaraan Anda pasti akan terasa membosankan.

Hal lain yang tidak kalah penting yaitu, berbicaralah secara fleksibel. Dari poin-poin di atas, Anda harus bisa menyesuaikan pembicaraan dengan kondisi yang ada. Dengan begitu inti dari topik yang dibicarakan dapat lebih tersampaikan dengan baik.