Penyakit radang panggul adalah infeksi serius yang menyerang organ reproduksi wanita, seperti rahim (uterus), saluran tuba (tuba falopi), ovarium, dan leher rahim (serviks). Kondisi ini sering kali berawal dari infeksi di vagina, termasuk radang vagina, yang kemudian menyebar ke organ-organ panggul. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, sekitar 1 juta wanita di AS mengalami kondisi ini setiap tahunnya.

Penyebab paling umum dari radang panggul adalah infeksi bakteri, termasuk bakteri penyebab penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia. Infeksi biasanya dimulai dari vagina (Miss V), lalu menyebar ke atas ke bagian dalam sistem reproduksi wanita.

Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, radang panggul dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah. Infeksi bisa menyebar ke aliran darah dan membahayakan nyawa. Selain itu, dampak jangka panjangnya dapat menyebabkan infertilitas atau kesulitan untuk hamil.

Penyebab Radang Panggul

Radang panggul umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri yang berasal dari vagina atau serviks, kemudian naik ke rahim, saluran tuba, dan ovarium. Bakteri penyebab infeksi menular seksual seperti Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae merupakan penyebab utama.

Namun, tidak hanya itu. Infeksi juga bisa berasal dari:

  • Mycoplasma genitalium
  • Trichomonas vaginalis
  • Gardnerella vaginalis
  • Herpes simplex virus tipe 2 (HSV-2)

Faktor Risiko Terkena Radang Panggul

Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seorang wanita mengalami radang panggul, di antaranya:

  • Berusia 15–25 tahun dan aktif secara seksual
  • Memiliki riwayat radang panggul atau infeksi menular seksual sebelumnya
  • Sering berganti pasangan seksual
  • Berhubungan intim tanpa menggunakan kondom
  • Mengalami kerusakan pada serviks
  • Baru saja menjalani prosedur medis seperti pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD/spiral)

Gejala dan Tanda Radang Panggul

Beberapa wanita yang mengalami radang panggul tidak merasakan gejala apa pun, terutama pada tahap awal. Namun, saat gejala mulai muncul, beberapa ciri-ciri yang dapat dirasakan antara lain:

  • Nyeri pada panggul atau perut bagian bawah dan atas
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Pendarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seksual
  • Menstruasi jadi lebih deras atau lebih lama (menorrhagia)
  • Keputihan menjadi lebih banyak, berbau tidak sedap, dan berubah warna menjadi kekuningan atau kehijauan.
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Mual dan muntah
  • Demam dan kelelahan

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Radang Panggul?

Ketika Anda sudah mengalami beberapa gejala seperti nyeri parah pada area panggul atau perut bagian bawah, sering mual muntah sehingga sulit makan, demam lebih dari 38°C, dan keputihan dengan warna yang berbeda dari biasanya, sebaiknya Anda segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Untuk memastikan diagnosis radang panggul, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputi:

  1. Anamnesis (Wawancara Medis)
    Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan seputar keluhan yang dirasakan, riwayat kesehatan sebelumnya, aktivitas seksual, serta adanya faktor risiko lain yang bisa memicu infeksi.
  2. Pemeriksaan Fisik
    Pemeriksaan ini umumnya mencakup pemeriksaan panggul untuk mengevaluasi lokasi dan tingkat nyeri, serta mengecek kondisi cairan dari serviks yang bisa menunjukkan tanda-tanda infeksi.
  3. Tes Laboratorium
    Pemeriksaan darah dan urine dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi atau peradangan dalam tubuh.
  4. USG (Ultrasonografi)
    Pemeriksaan pencitraan ini membantu melihat kondisi organ reproduksi secara lebih detail, serta mendeteksi kemungkinan adanya abses atau kelainan lain.
  5. Laparoskopi
    Jika diperlukan, dokter akan melakukan laparoskopi—prosedur dengan alat khusus untuk melihat langsung kondisi organ reproduksi bagian dalam. Ini membantu memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gejala.

Penanganan Dini Sangat Penting

Radang panggul bukanlah kondisi yang bisa disepelekan. Jika kamu mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Penanganan sedini mungkin dapat mencegah komplikasi serius seperti infertilitas, kehamilan ektopik, dan infeksi sistemik yang membahayakan jiwa.

Punya pertanyaan lebih lanjut terkait hal ini? Kamu juga bisa melakukan konsultasi online ke Ask dr. Laurier dan semua pertanyaanmu akan dijawab oleh obgyn berpengalaman. Di sini, kamu bisa bertanya langsung mengenai berbagai hal seputar menstruasi dan sistem reproduksi. Yuk, kirimkan pertanyaanmu!