Dalam mendiagnosis suatu penyakit, terkadang dokter akan membutuhkan pemeriksaan medis tambahan untuk memastikan bahwa diagnosis yang diberikan akurat. Salah satu yang banyak digunakan adalah pemeriksaan radiologi.

4 Jenis Pemeriksaan Radiologi
Ada berbagai jenis pemeriksaan radiologi dan setiap jenisnya memiliki fungsi yang berbeda. Berikut ini adalah 4 jenis pemeriksaan radiologi yang banyak dimanfaatkan:
1. USG
Ketika mendengar ultrasonografi atau USG, mungkin Anda langsung teringat dengan pemeriksaan kehamilan. Memang, alat radiologi ini banyak digunakan untuk memantau kehamilan, tetapi sebenarnya alat medis ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi penyakit, lho.
USG adalah alat medis yang bekerja dengan memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat melihat gambaran kondisi organ dan jaringan tubuh. USG tidak hanya bisa dilakukan melalui pemeriksaan di atas kulit saja, melainkan juga dimasukkan ke dalam tubuh, contohnya USG transvaginal.
2. Rontgen
Rontgen bekerja dengan memanfaatkan sinar-X atau radiasi elektromagnetik untuk mendapatkan gambaran atau pencitraan bagian dalam tubuh. Pemeriksaan radiologi ini biasanya digunakan untuk menangani penyakit yang berkaitan dengan organ paru-paru. Rontgen yang digunakan untuk masalah ini yaitu rontgen dada.
Selain itu, rontgen juga dimanfaatkan untuk memantau atau mendeteksi masalah kesehatan tulang. Misalnya seperti patah tulang, tulang retak, maupun skoliosis. Rontgen akan dilakukan pada area tulang yang bermasalah.
3. CT Scan
CT Scan atau Computed Tomography Scan adalah pemeriksaan radiologi yang memanfaatkan sinar-X dan teknologi komputer, untuk mendapatkan pencitraan yang lebih akurat dibandingkan dengan rontgen biasa. Pemeriksaan radiologi ini tidak hanya dapat melihat kondisi organ saja, melainkan juga jaringan lunak, darah, dan tulang.
Beberapa kondisi yang membutuhkan pemeriksaan menggunakan CT Scan adalah pasien dengan riwayat cedera kepala, memiliki gangguan pembuluh darah, sering mengalami nyeri perut. CT scan dapat dilakukan hanya satu kali untuk mendeteksi atau lebih dari satu kali untuk memantau perkembangan penyakit.
4. MRI
Ini adalah pemeriksaan radiologi yang bisa dikatakan paling canggih dibandingkan dengan 3 pemeriksaan radiologi lainnya. MRI atau Magnetic Resonance Imaging adalah pemeriksaan radiologi dengan memanfaatkan medan magnet yang kuat dan juga gelombang radio.
Pemeriksaan MRI bisa menghasilkan pencitraan yang sangat jelas dan detail pada setiap bagian organ yang diperiksa. Dengan hasilnya yang lebih detail, membuat hasil pemeriksaan ini membutuhkan waktu untuk bisa didapatkan. Selain itu, lama waktu dilakukannya MRI juga bisa beragam tergantung pada penyakit yang diderita. Bahkan, terkadang bisa mencapai lebih dari 1 jam.
Itulah 4 jenis pemeriksaan radiologi yang banyak dimanfaatkan. Bagi Anda yang perlu melakukannya, pastikan untuk mengikuti arahan dari dokter agar hasil yang didapatkan bisa akurat.